Kasminarti (siswa Sekolah Demokrasi Jeneponto angkatan 3)
Dengan munculnya lagi BLT (Bantuan Lansung Tunai ), banyak masyarakat yang merasa iri dengan orang-orang yang mendapat BLT tersebut. Bagaimana tidak, Karena masih banyak orang yang lebih pantas mendapatkan BLT malah mereka tidak terdata/terdaftar. Yang menjadi pertanyaan, mengapa data tahun 2005 nama—nama orang yang terdaftar tidak diganti atau ditambahkan saja supaya BLT itu merata sehingga tidak ada kecemburuan sosial didalamnya.
Salah seorang Bupati Karawang, Dadang S. Muctar menolak penyaluren BLT khusus diwilayahnya. Dadan S. Muctar berpendapat bahwa dengan adanya BLT, maka bertambah pula masyarakat yang merasa dirinya miskin, dan tidak mampu. Dengan adanya BLT itu menurut Pak Dadang, masyarakat merasa malas untuk melakukan
pekerjaan karena mereka bergantung dan hanya mengharapkan BT Tersebut.
Dalam penyaluran BLT itu, masih banyak yang belum kena sasaran karena sesungguhnya orang yang pantas mendapatkan BLT tersebut adalah orang-orang yang betul-betul tidak mampu seperti, janda, anak yatim, orang yang cacat fisik, serta orang yang penghasilannya di bawah rata-rata (Cukup untuk makan sehari) termasuk didalamnya tukang becak, supir angkot, petani, nelayan serta orang-orang yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Dengan adanya BLT banyak menimbulkan kekacauan. BBM dinaikkan disebabkan karena untuk penyaluran BLT juga. Hal ini disebut dengan roda berputar
jika seandainya masyarakat disuruh memilih, sudah tentu mereka memilih BLT ditiadakan dan BBM harganya tidak dinaikkan. Dengan naiknya BBM banyak masyarakat yang merasa dibuntungkan/dirugikan diantaranya: sopir, nelayan, pedagang, Ibu rumah Tangga (IRT), dan sebagainya. Sedangkan orang yang mendapatkan keuntungan didalamnya, yakni pemerintah, DPR, DPRD, dan sebagainya serta penambahan devisa
negara.
Suatu ketika aku mendengar kakek dan nenek berbincang-bincang mengenai
BLT tersebut, nenek bertanya kepada kakek ”Apa itu BLT, Kek?” kakek bilang BLT itu singkatan dari Bantuan Langsung Tunai. Tapi Nenek belum puas maka nenek bertanya lagi, “Kalau contoh BLTnya itu seperti apa kek?”. Lalu kakek tersenyum-senyum sambil berpikir, “kalau contohnya sih, seperti kalau ada pengamen kakek kasih, ada pengemis kakek kasih, nah yang seperti itu nek!” kata kakek sambil tertawa, he…..he….